Selamat Datang di asagenerasiku.blogspot.com, Penyaji materi Pembelajaran Sekolah Dasar dan sederajat, Semoga Bermanfaat

Sabtu, 24 November 2012

MACAM - MACAM KARYA SASTRA



1. Drama
Drama merupakan  tiruan kehidupan manusia yang dipentaskan. 
Unsur-unsur drama adalah :
a. Kerangka cerita
    Kerangka cerita merupakan rangkaian peristiwa yang membentuk cerita.
b. Penokohan
    Penokohan menggambarkan watak setiap tokoh
Ada 3 macam watak tokoh, yaitu :
-  Prontagonis  yaitu watak tokoh yang menampilkan perilaku baik : penyayang, penyabar, pembela    
   kebenaran dan sebagainya.
-  Antagonis yaitu watak tokoh yang berperilaku jahat atau penenta yang kebaikan
-  Tritagonis yaitu watak tokoh yang mendukung prontagonis

c. Tema , yaitu gagasan pokok dalam cerita
d.  Perlengkapan, yaitu : kostum, tata panggung, tata lampu dan sebagainya.

Struktur drama ada 3 macam, yaitu :
-  Prolog  (adegan pembukaan)
-   Dialog (percakapan antar tokoh)
-   Epiog ( adegan terakhir atau penutup)

2.    Cerita Rakyat
Cerita rakyat adalah cerita yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah tertentu. Cerita tersebut berkembang dari lisan ke lisan dan tidak ada kejelasan siapa pengarangnya. Contoh cerita rakyat dari Jawa Barat adalah : Lutung Kasarung, Sangkuriang, dan sebagainya.

Ciri-ciri cerita rakyat :
a.    Disampaikan secara lisan
b.    Pengarangnya tidak diketahui (anonim)

Unsur – unsur dalam cerita rakyat :
-  Latar adalah keterangan mengenai waktu, tempat, ruang, dan suasana yang terjadi dalam cerita.
-  Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca atau pendengar.
-  Watak adalah sifat bathin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku. Ada watak    
   penyabar, bijaksana, ramah, jahat, iri, dengki, pendendam dan sebaganya.

3.    Karangan Prosa (karangan bebas)
Karangan prosa atau karangan bebas adalah karangan yang tidak terikat oleh jumlah baris, bait dan rima (sajak). Ada 2 jenis karangan bebas (prosa) yaitu prosa lama dan prosa baru.

a.  Prosa lama, diantaranya :
         -  Legenda adalah cerita terjadinya suatu daerah, danau, gunung, dan sebagainya.
            Contoh : Terjadinya Gunung Tangkuban Perahu, Asal – Usul Terajadinya Danau Toba.
         -  Fabel adalah cerita yang tokoh – tokohnya berupa hewan
            Contoh : Kelinci dan Buaya
          -  Sage adalah cerita tentang sejarah
            Contoh : Berdirinya Kerajaan Sriwijaya
          -  Mitos adalah cerita tentang makhluk gaib
            Contoh : Nyi Roro Kidul

  b.    Prosa Baru, diantaranya :
          -  Cerita pendek (cerpen) adalah cerita yang bentuknya pendek. Ciri- ciri cerpen antara lain alurnya lebih    
            sederhana, tokohnya hanya beberapa orang, latar hanya sesaat, lingkupnya terbatas dan temanya lebih  
            sederhana
          -  Novel adalah cerita yang mengisahkan sisi utuh kehidupan tokoh-tokohnya. Ciri-ciri umum novel         
             antara lain alurnya lebih rumit dan panjang, tokoh lebih banyak dalam berbagai karakter, latar    
             waktunya lama dengan lingkup yang luas dan temanya lebih rumit dan kompleks.
          -  Autobiografi  adalah karangan yang berisi riwayat hidup seseorang yang ditulis sendiri oleh tokoh
             tersebut.
          -  Biografi adalah karangan yang berisi riwayat hidup seseorang yang dituis oleh orang lain.

  Catatan :
Prosa dapat ditulis dalam berbagai bentuk :
- Karangan narasi
   Karangan yang disusun berdasarkan suatu peristiwa tertentu dan diceritakan secara berurutan
- Karangan deskripsi
   Karangan yang menggambarkan sesuatu dengan kata-kata atau kalimat – kalimat secara terperinci dan  
   cermat.
-  Karangan argumentasi
   Karangan yang berisi pendapat tentang suatu masalah dengan penyajian data atau fakta. Dalam karangan 
   ini biasanya disertakan grafik, diagram atau gambar.
- Karangan persuasi
   Karangan yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca agar mau melakukan sesuatu sesuai yang   
   diinginkan penulis atau pengarang.

4. Karangan Puisi (Karangan Terikat)
Karangan ini terutama dalam puisi lama, masih terikat dengan jumah baris, bait dan rima (sajak). Puisi terdiri atas 2 jenis, yaitu :
a.    Puisi lama
Pantun
Contoh :
Pantun nasihat

Berburu ke padang datar
Mendapat rusa belang kaki
Berburu kepalang ajar
Bagai bunga kembang tak jadi
Amanat dari pantun diatas adalah apabila kita tidak sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, kita
akan rugi karena tidak mendapat apa-apa.

Pantun agama

Kemumu di dalam semak
Jatuh melayang selarasnya
Meski ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya
Amanat dari pantun diatas adalah meski kita berilmu tinggi tetapi tidak ada gunanya apabila kita
tidak menjalankan kewajiban sebagai umat beragama.

Pantun jenaka

Pohon manggis di tepi rawa
Tempat kakek tidur beradu
Sedang menangis nenek tertawa
Meihat kakek bermain gundu

Ciri – ciri pantun :
Setiap bait terdiri dari 4 baris
Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata
Baris pertama dan kedua merupakan sampiran
Baris ketiga dan keempat merupakan isi
Berima (bersajak) a-b-a-b

b. Syair (puisi lama yang bentuknya lebih bebas daripada pantun)
Contoh :
Titik koma mana yang kurang
atau ejaan tiada terang
Pembaca jangan berhati berang
khilaf atau lupa kerap menyerang

Ciri-ciri syair antara lain :
Setiap bait terdiri atas 4 baris
Setiap baris terdiri atas 10 sampai 12 suku kata
Bersajak (rima) a-a-a-a

Selain pantun dan syair masih adalagi karangan puisi lama misalnya Talibun dan Gurindam
dua belas

c. Puisi baru / modern
    Jenis puisi ini tidak terikat oleh bait, jumlah baris, atau rima.