Selamat Datang di asagenerasiku.blogspot.com, Penyaji materi Pembelajaran Sekolah Dasar dan sederajat, Semoga Bermanfaat

Selasa, 27 Maret 2012

KEGIATAN MANUSIA YANG DAPAT MENGUBAH PERMUKAAN BUMI


Kebutuhan manusia tidak terbatas. Manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Segala kebutuhan manusia sudah disediakan oleh Allah SWT melalui keberadaan alam beserta isinya. Allah SWT menyediakan alam untuk dinikmati oleh manusia sekaligus kita diperintahkan untuk menjaganya. Segala kebutuhan manusia yang ada di alam ini disebut sumber daya alam. 

Sumber daya alam dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui. Sumber daya alam yang dapat diperbarui yaitu sumber daya alam yang selalu tersedia meskipun dimanfaatkan secara terusmenerus. Contohnya tumbuhan, hewan, air, sinar matahari, dan udara. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui yaitu sumber daya alam yang akan habis jika digunakan secara terus-menerus. Sumber daya alam ini meliputi bahan tambang mineral dan nonmineral.
Bahan tambang mineral contohnya aluminium, emas, perak, tembaga, nikel, dan besi. Bahan tambang nonmineral contohnya batu bara dan minyak bumi.

Sumber daya alam dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan melakukan berbagai kegiatan. Namun, sangat disayangkan, terkadang manusia dalam mengambil sumber daya alam tidak memperhitungkan untung ruginya. Bahkan sampai merusak alam untuk memenuhi kebutuhannya. Perbuatan manusia inilah yang dapat mengubah permukaan bumi. Beberapa kegiatan manusia yang dapat mengubah permukaan bumi adalah sebagai berikut :

1. Pembakaran Hutan
Pembakaran hutan pada awalnya bertujuan untuk dijadikan lahan pertanian, permukiman penduduk, dan untuk industri. Kawasan hutan yang dijadikan lahan pertanian biasanya berubah menjadi tanah tandus dan gersang. Hal ini karena setelah panen biasanya ladang ini akan ditinggalkan. Sistem perladangan seperti ini disebut perladangan berpindah. Akhirnya hutan yang dahulu menghijau menjadi tanah tandus dan gersang, karena setelah panen dan sudah tidak subur lagi biasanya ditinggalkan begitu saja. Karena tanahnya tandus dan gersang maka struktur tanah menjadi rusak dan mudah mengalami erosi.

2. Penebangan Hutan secara Liar
Perubahan permukaan bumi juga dapat diakibatkan adanya penebangan hutan secara liar. Penebangan hutan secara liar  bertujuan untuk mengambil kayu sebagai bahan bangunan. Penebangan hutan secara liar mengakibatkan terajdinya hutan gundul yang berakibat terjadinya longsor, banjir, dan kesulitan air bersih. Selain itu, penggundulan hutan juga berdampak pada kehidupan makhluk hidup. Penggundulan hutan telah membunuh ratusan ribu spesies tumbuhan dan hewan. Banyaknya pohon yang ditebangi menyebabkan hewan-hewan hutan kehilangan makanan dan tempat berlindung.

Penebangan pohon harus dilakukan secara hati-hati dan disertai dengan usaha pelestariannya. Penebangan pohon dengan memilih pohon yang yang sudah cukup usianya disebut tebang pilih. Penebangan pohon yang diikuti dengn penanaman kembali benih-benih pohon yang telah ditebang yang disebut dengan istilah tebang tanam. Benih benih ini akan tumbuh dan dapat menggantikan pohon-pohon yang telah ditebang. Melalui cara ini kelestarian hutan tetap terjaga.

3. Penambangan
Kegiatan penambangan juga dapat mengubah permukaan bumi. Sebagian besar bahan tambang berada di dalam tanah. Pengambilan bahan tambang dengan cara digali atau ditambang. Ada dua macam jenis penambangan yaitu penambangan terbuka dan penambangan bawah tanah. Penambangan terbuka adalah penambangan yang dilakukan di permukaan bumi. Beberapa bahan tambang seperti tembaga, besi, batu bara, kapur, dan aluminium sering ditemukan di permukaan bumi. Oleh karena itu, untuk mengambilnya tidak perlu menggali. Kegiatan ini mengubah bentuk permukaan bumi menjadi lubang-lubang bekas penambangan.

Bahan tambang lainnya digali dari terowongan yang berada ratusan meter di bawah permukaan tanah. Cara ini disebut penambangan bawah tanah. Penambangan ini lebih sulit daripada penambangan di permukaan. Para penambang menggali sebuah lubang menuju ke dalam tanah dan mengambil bijih. Pengambilan bijih ini menggunakan bor atau bahan peledak sebelum diangkut ke permukaan. Kegiatan ini menimbulkan tanah berongga. Tanah yang berongga menyebabkan tanah kurang kuat sehingga bisa runtuh.

Selain penambangan terbuka dan penambangan bawah tanah, ada juga cara lainnya yaitu pengerukan. Pengerukan merupakan cara lain yang digunakan untuk mengumpulkan logam-logam yang terendap di dalam batuan di dasar sungai atau sumber air lainnya